Jumat, 30 Maret 2012

Wawancara dengan Pak Purwacaraka dan Pak satpam

Hai all, pak ucok ngasih tugas untuk wawancara dan klmpk gue mewawancara pak purwacaraka dan seorang satpam. oiya wawancara sm public figure tuh gaksegampang yg kita bayangin, kita harus tau waktu dan time yang pas dan itu meribetkan. oiya dibawah ini ada teks wawancaranya:-D



Wawancara dengan Pak Purwacaraka



P          : Kapan  om mulai berkarir di bidang musik?

J           : Kalau berkarir di bidang musik sudah mulai dari kelas 2 SMA.



P          :  Mengapa om memilih karir di bidang musik?

J           : itukan pertanyaan yang agak susah dijawab ya... masalahnya saya itu senang main musik, jadi sebetulnya pilihan hati saja sih.



P          : Om, ”Purwacaraka Music Studio” kan ada banyak sekali, nah dimana pertama kali didirikannya?

J           : Di bandung, cabang yang di jalan Mangga No.12



P          :  Sebelum om mendirikan purwacaraka ini, om kan senang dengan musik,  siapakah idola atau orang yang menginspirasikan, om?

J           : Saya cenderung tidak memiliki idola yang tetap, karena ada orang yang idolanya siapa sampai-sampai gayanya dari atas sampai bawah dan sifatnya diikuti dari mulai baju dan lain-lain. Cuma ada beberapa bentuk produksi musik yang pada hari itu mendorong saya untuk bisa main piano dengan baik ada beberapa nama tetapi kalau saya sebutkan kalian mungkin tidak kenal hehehe.. hasil rekaman atau produksi mereka itu  sering saya dengar, jaman dulu kan pake kaset terus saya mendengarkannya dan makin lama mendorong saya untuk bermain musik lebih baik.



P          : Om Pura adalah seseorang yang jago banget di bidang piano, selain piano ada lagi om?

J           : Basicnya gaada lagi tapi piano itu indikasinya luas, jadi keyboard jadi otomatis bisa seperti piano lalu kalau ingin belajar gitar mungkin lebih mudah.



P          : Kapan pertama kali om mulai konser?

J           : Hmmm... saya lupa.







P          : Rencana om ke depan apa om? Misalnya ada yang ingin disampaikanJ

J           : jadi gini, manusia itu kan selalu hidup berbeda-beda, kalau kamu sekarang SMP yakan? Smp jenjangnya ke SMA kalau habis SMA jenjangnya kan ke kuliah setelah kuliah bekerja. Kalau kerja kan satu tahun dua tahun pertama mungkin cari kerja tetapi kalau tahun ke-5 masih cari kerja kan aneh. Nah jenjang karir itu kan selalu ada hubungannya dengan uang trus setelah selesai kerja kan pensiun.  Setiap orang harus mengerjakan pekerjaan yang pantas dengan usianya dan tahapannya, jadi kalau dibilang tahapan saya sekarang, saya ingin bagaimana caranya saya ini sebagai orang tua bermanfaat bagi anak-anak, caranya adalah  mencarikan banyak kesempatan untuk bisa berkarya di bidang nasional, lokal, dan lain-lain.  Membangun industri musik di Indonesia, caranya seperti memberikan mereka kesempatan untuk belajar musik ataupun merekomendasikan mereka untuk rekaman musik. Jadi saya ingin membangun Purwacaraka yang menjadi besar dan memiliki anak-anak berprestasi.



P          : Purwacaraka hanya ada di Jakarta ya, om?

J           : Tidak, Purwacaraka ada di banyak kota, tapi saya tidak terlalu hafal dimana saja.



P          : Menurut om, musik di Indonesia saat ini seperti apa sih? Lumayan atau masih ada yang perlu diperbaiki?

J           : indonesia itu negara yang besar, kalau negara kita dengan jumlah orang yang besar, lalu kemudian talenta musiknya banyak, jadi kemungkinan industri musiknya untuk maju besar sekali. Cuma ada beberapa hal yang menurut saya harus diperbaiki dan harus dikejar. Pertama, industri musik itu harus berkembang dengan industri musik yang lain. Karena kalau hanya mengandalkan talenta saja, produksinya secara besar akan kalah dengan negara-negara maju. Jadi, industri musik di Indonesia belum berimbang. Kedua, Indonesia masih menjadi target market luar negeri. Seperti melihat suatu artis langsung ribut, sekarang lagi jaman kpop jadi kpop semua, jadi tidak mendominasi, kalau kpop masuk ke Indonesia rasanya ingin sekali menyanyikan lagu kpop. Sementara itu pemain musik yang handal di Indonesia dilupakan atau tidak dikenal.



p          : Kebetulan sekali nih om, kami sangat suka dengan musik. Nah, kalau kami kuliah jurusan yang diambil apa ya, om?

J           : Jurusan musik, les-les musik itu sangat beda jurusannya dengan jurusan musik.



P          : Om Purwa dikatakan sebagai tokoh musik. Saran om untuk orang-orang yang baru memulai karir di bidang musik?

J           : Pertama, memulai karir di bidang musik  perlu perjuangan, komitmen,  konsistensi, dan kerja keras. Jadi kalau kalian ingin berkarir di bidang musik, lihatlah musik itu sebagai sarana untuk mencari ilmu, bukan untuk mendapatkan popularitas. Lalu kalau ingin bekerja di bidang musik juga jangan memikirkan penghasilan atau uang, karena uang akan meluncur dengan sendirinya. Intinya, berkarya dulu, penghasilan akan datang di akhir perjuangan, dan kita juga jangan pernah memikirkan populer, populer akan datang dengan sendirinya. Contohnya David Foster, ia terkenal dengan karya-karyanya, ia terkenal dengan sendiriya, popularitas buang dulu karena akan meninjau musik dari sudut pandang keahlian bukan popularitas.



P:        : kami jadi penasaran om, tolong ceritakan perjalanan hidup om dari awal sampai saat ini!

J           : Dulu saya belajar piano dengan serius di dorong dengan semangat, lalu saya juga belajar menulis aransemen orkes dan lain-lain. Saya belajar piano klasik 5 tahun, dan keyboard 2 tahun. Pernah keluar negeri dan meninggalkan sekolah, ada resikonya sih tetapi ada keberaniannya juga. Saat kuliah saya mengajar jadi guru, bertahun-tahun mengajar dan saya membiayai sekolah dengan biaya mengajar. Lalu saya bermain musik kemana-mana,  dan mendirikan Purwacaraka Music Studio di Bandung. Setelah itu saya masuk ke pekerjaan basic yang bukan sekedar  main piano karena keahliannya di backup oleh pengetahuannya untuk musik itu sendiri sehungga saya bisa membuat aransemen musik, aransemen orkes, musik untuk sinetron dan film.



P          : Om, keluarganya keturunan musik atau apa?

J           : Tidak, bapak saya seorang tentara.  Jadi kalau dibilang keturunan tidak semua cita-cita anak sama dengan orang tuanya.



P          : Om mendirikan “Purwacaraka Music Studio” dari awal sendiri atau sama teman?

J           : Saya mendirikannya sendiri dari awal. Dulu saya pernah kerja 7 tahun sama orang lain.  Dia mempunyai lembaga musik pada hari itu yang mempunyai kegiatan-kegiatan dalam perusahaan penjualan alat musik. Itu saja membuat saya berkeliling di Indonesia di 25 cabang, sebelum mendirikan Purwacaraka. Jadi, saya keluar dari tempat itu dan membangun purwacaraka sebagai tempat musik yang lebih besar dan lebih berprestasi.







P          : Om, tahu darimana kalau om punya bakat musik?

J           : Saya diberitahu ayah dan ibu saya, ketika masih kecil saya bermain piano di meja. Nah, waktu itu  ayah dan ibu saya memberi tahu kalau saya mempunyai bakat di bidang musik yaitu piano. Kemudian, saya les dan belajar piano lebih dalam.



P          :  Om sering sekali pergi ke luar negeri, menurut om bagaimana?

J           : Wah, kalo keluar negerinya saja sih biasa saja, tapi kalau menampilkan suatu ciri khas Indonesia saya sangat bangga.



P          :  Menurut om, musik itu seperti apa?

J           : Tentang musik, hmmm... kalau menurut saya musik adalah sesuatu seni yang punya ilmu pengetahuan. Musik adalah suatu pengetahuan yang cukup luas, bisa dilihat dari mana saja. Kekayaan  karyanya juga sangat banyak dan tidak bisa berhenti, karena akan datang musik baru.












Wawancara dengan Pak Satpam

P          : Bapak kerja sebagai apa?
J           : Saya bekerja sebagai satpam, satuan pengaman.

P          : Cita-cita saat kevil apa, pak?
J           : cita-cita saat kecil saya ingin menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa

P          : Pernah bosen saat jadi satpam, pak?
J           :  Iya, saya pernah bosen jadi satpam karena itu adalah pekerjaan yang sangat menjenuhkan karena hanya duduk menunggu.

P          : kapan bapak mulai bekerja disini?
J           : Dari bulan April 2011

P          : Bapak bekerja dari jam berapa sampai jam berapa?
J           : kita bekerja selama 12 jam terbagi 2 shift,  kita masuk jam 7 pagi pulang jam 7 malam, atau kebalikannya.

P          : Bagaimanakah suka dukanya jadi satpam?
J           : Sukanya karena bisa membantu orang lain dengan menjaga keamanan sekitar, dukanya ketika  ada perampokan atau hal-hal yang tidak diinginkan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar